OSN 2015

Monday, March 3, 2014

Umbai Cacing

Umbai Cacing


Umbai cacing atau apendiks adalah organ tambahan pada usus buntu. Infeksi pada organ ini disebut apendisitis atau radang umbai cacing. Apendisitis yang parah dapat menyebabkan apendiks pecah dan membentuk nanah di dalam rongga abdomen atau peritonitis (infeksi rongga abdomen).
Dalam anatomi manusia, umbai cacing atau dalam bahasa Inggrisvermiform appendix (atau hanya appendix) adalah hujung buntu tabung yang menyambung dengan caecum.
Umbai cacing terbentuk dari caecum pada tahap embrio. Dalam orang dewasa, Umbai cacing berukuran sekitar 10 cm tetapi bisa bervariasi dari 2 sampai 20 cm. Walaupun lokasi apendiks selalu tetap, lokasi ujung umbai cacing bisa berbeda - bisa di retrocaecal atau di pinggang (pelvis) yang jelas tetap terletak di peritoneum.
Banyak orang percaya umbai cacing tidak berguna dan organ vestigial (sisihan), sebagian yang lain percaya bahwa apendiks mempunyai fungsi dalamsistem limfatik.
Operasi membuang umbai cacing dikenal sebagai appendektomi.
Penyakit apendiks biasa bagi manusia adalah:
  • Apendisitis
  • Karkinoid
http://id.wikipedia.org/wiki/Umbai_cacing

Sunday, March 2, 2014

Organ Pencernaan







Enzim-enzim Pencernaan Pada Manusia

Enzim enzim pencernaan pada manusia memiliki peran penting dalam membantu memproses setiap makanan yang masuk dalam tubuh, untuk menghasilkan sari makanan bagi tubuh. Dalam sistem pencernaan manusia, memiliki organ-organ tubuh yang bertanggung jawab terhadap fungsi pencernaan berbagai jenis zat makanan ke dalam tubuh. Enzim-enzim tersebut berfungsi dalam melakukan serangkaian kerja sistem pencernaan yang bekerja secara terus menerus.

Enzim Pencernaan

Enzim enzim pencernaan manusia terletak pada organ tubuh yang termasuk dalam sistem pencernaan manusia. Di mulai dari bagian mulut dan kemudian berakhir pada usus, masing-masing wilayah pencernaan tersebut menghasilkan enzim dengan fungsi berbeda. Berikut ini penjelasannya :
- Mulut, kelenjar ludah atau saliva
Mulut merupakan pintu awal masuknya makanan, sehingga pada mulut terdapat enzim bernama amylase atau disebut juga dengan enzim ptialin, yang berfungsi untuk memecah zat pati dan mengubahnya menjadi maltosa.
- Lambung (kelenjar lambung)
Makanan yang masuk pada lambung, akan dicerna oleh enzim renin yang  berperan dalam menguraikan kaseinogen menjadi kasein. Selain enzim renin ada juga enzim pepsin yang berfungsi terhadap pengolahan makanan untuk mengubah fungsi protein menjadi senyawa protesa, pepton dan juga polipeptida.
- Saluran pankreas 
Pankreas pada sistem pencernaan menghasilkan enzim karbohidrase pancreas, untuk mencerna amilum kemudian membuatnya menjadi maltosa atau jenis senyawa sejenis disakarida lainnya. Enzim lain yang terdapat di pankreas adalah enzim lipase pankreas, yang akan mengubah fungsi lemak dengan memecah emulsi lemak menjadi asam lemak dan juga gliserol.
- Usus (kelenjar usus)
Usus merupakan tempat terakhir dalam proses pencernaan makanan. Setidaknya ada 5 jenis enzim pada usus, yang diawali oleh enzim enteroksinase yang berperan dalam mengubah tripsinogen menjadi senyawa tripsin, yang berguna pada saluran pankreas. Selanjutnya enzim maltase berfungsi dalam mengubah laktosa menjadi senyawa glukosa dan juga galaktosa. Kemudian, akan ditemui  enzim sukrase yang berperan mengubah sukrosa menjadi senyawa glukosa dan juga fruktosa. Selanjutnya, oleh enzim pencernaan peptidase yang berperan mengubah polipeptida menjadi senyawa asam amino dan terakhir enzim lipase, yang digunakan dalam mengubah lemak menjadi senyawa asam lemak dan juga gliserol.

Enzim Pencernaan Manusia

Macam-macam enzim pencernaan di atas, memiliki tanggung jawab terhadap masing-masing fungsinya, yaitu :
1. Enzim ptialin
Enzim ptialin terdapat di dalam air ludah, dihasilkan oleh kelenjar ludah. Fungsi enzim ptialin untuk mengubah amilum (zat tepung) menjadi glukosa .
2. Enzim amilase
Enzim amilase dihasilkan oleh kelenjar ludah ( parotis ) pada mulut dan juga pada kelenjar pankreas. Enzim pencernaan amilase berguna untuk  memecah molekul amilum, sering dikenal dengan zat tepung (pati) ini menjadi senyawa sakarida dengan molekul yang lebih sederhana yaitu maltosa.
3. Enzim maltase
Maltase ditemukan pada usus dua belas jari yang berperan dalam memecah molekul maltosa menjadi  glukosa yang merupakan jenis sakarida sederhana (monosakarida). Senyawa glukosa ini berukuran kecil dan beratnya lebih ringan dari pada maltosa, yang kemudian akan diangkut oleh darah untuk diedarkan ke seluruh sel yang membutuhkan.
5. Enzim pepsin
Lambung menghasilkan enzim pepsin berupa pepsinogen yang akan bereaksi terhadap asam lambung untuk menjadi pepsin. Cara kerja enzim pepsin pada pencernaan, sebagai pengurai molekul protein yang kompleks menjadi molekul yang lebih sederhana yaitu pepton, yang kemudian dipecah lagi menjadi lebih sederhana agar bisa diangkut oleh darah.
6. Enzim tripsin
Enzim tripsin dihasilkan oleh kelenjar pancreas dan dialirkan ke dalam usus dua belas jari ( duodenum ), yang kemudian menghasilkan asam amino yang molekulnya lebih sederhana jika dibanding molekul pepton. Kemudian, sel akan merakit asam amino untuk membentuk protein yang dibutuhkan sel.
 7. Enzim renin
Dinding lambung menghasilkan enzim renin yang mempunyai fungsi untuk mengendapkan kandungan kasein pada zat susu. Kasein berasal dari protein susu atau sering disebut keju. Setelah kasein diendapkan dari air susu maka zat dalam air susu dapat dicerna.
8. Enzim lipase
Enzim lipase dihasilkan oleh kelenjar pankreas dan kemudian dialirkan ke dalam usus dua belas jari ( duodenum ). Enzim lipase juga dihasilkan oleh lambung, tetapi jumlahnya sangat sedikit.
http://blogging.co.id/enzim-enzim-pencernaan-pada-manusia

Macam-macam Sendi pada Tubuh Manusia


Sinartrosis
Sinartrtosis adalah persendian yang tidak memperbolehkan pergerakan. Dapat dibedakan menjadi dua:
Ø Sinartrosis sinfibrosis: sinartrosis yang tulangnya dihubungkan jaringan ikat fibrosa. Contoh: persendian tulang tengkorak.
Ø Sinartrosis sinkondrosis: sinartrosis yang dihubungkan oleh tulang rawan. Contoh: hubungan antarsegmen padatulang belakang.
Diartrosis
Diartrosis adalah persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan. Dapat dikelempokkan menjadi:
Ø  Sendi peluru: persendian yang memungkinkan pergerakan ke segala arah. Contoh: hubungan tulang lengan atasdengan tulang belikat.
Ø  Sendi pelana: persendian yang memungkinkan beberapa gerakan rotasi, namun tidak ke segala arah. Contoh: hubungan tulang telapak tangan dan jari tangan.
Ø  Sendi putar: persendian yang memungkinkan gerakan berputar (rotasi). Contoh: hubungan tulang tengkorak dengan tulang belakang I (atlas).
Ø  Sendi luncur: persendian yang memungkinkan gerak rotasi pada satu bidang datar. Contoh: hubungan tulang pergerlangan kaki.
Ø  Sendi engsel: persendian yang memungkinkan gerakan satu arah. Contoh: sendi siku antara tulang lengan atasdan tulang hasta.
Amfiartosis
persendian yang dihubungkan oleh jaringan tulang rawan sehingga memungkinkan terjadinya sedikit gerakan
Ø  Sindesmosis: Tulang dihubungkan oleh jaringan ikat serabut dan ligamen. Contoh:persendian antara fibula dan tibia.
Ø  Simfisis: Tulang dihubungkan oleh jaringan tulang rawan yang berbentuk seperi cakram. Contoh: hubungan antara ruas-ruas tulang belakang.

Persendian
Pada kerangka tubuh manusia terdapat kurang lebih 200 tulang yang saling berhubungan. Hubungan antar tulang disebut sendi atau artikulasi. Pada sistem gerak manusia, persendian mempunyai peranan penting dalam proses terjadinya gerak.
Menurut sifat gerakannya persendian (sendi) dapat dibedakan menjadi tiga ( 3 macam) yaitu:

1. Sendi Mati
yaitu persendian yang tidak memiliki celah sendi sehingga tidak memungkinkan terjadinya pergerakan, misalnya persendian antar tulang tengkorak.

2. Sendi Kaku 
yaitu persendian yang terdiri dari ujung-ujung tulang rawan, sehingga masih memungkinkan terjadinya gerak yang sifatnya kaku, misalnya persendian antara ruas- ruas tulang.

3. Sendi Gerak 
yaitu persendian yang terjadi pada tulang satu dengan tulang yang lain tidak dihubungkan dengan jaringan sehingga terjadi gerakan yang bebas.
Sedangkan sendi gerak dapat dibedakan menjadi 6 macam, tetapi pada saat ini hanya akan dibahas 4 macam sendi, diantaranya:
  
a. Sendi Engsel 
yaitu persendian yang dapat digerakan kesatu arah.
Contohnya:
- persendian antara tulang paha dengan tulang betis
- persendian antara tulang lengan dengan tulang hasta
  
b. Sendi Putar
yaitu persendian yang dapat digerakan secara berputar
Contohnya:
- persendian antara tulang leher dengan tulang atlas
- persendian antara hasta dengan tulang pengumpil

c. Sendi Peluru
yaitu persendian yang dapat digerakan kesegala arah
Contohnya:
- persendian antara gelang bahu dengan tulang lengan atas
- persendian antara gelang panggul dengan tulang paha

d. Sendi Pelana
yaitu persendian yang dapat digerakan kedua arah
Contohnya:
- persendian pada ibu jari tangan
- persendian antara tulang pergelangan tangan dengan Tulang tapak tangan


Sumber : http://dhitaprianthara.blogspot.com/2011/03/sendi-pada-tubuh-manusia

PROSES PEMBEKUAN DARAH PADA MANUSIA

Jika membahas tentang pembekuan darah, tetapi bukan seperti dalam pembekuan  es yang dijumpai sehari-hari. pada proses ini terjadi proses agak lama. yaitu bila kulit tubuh anda terluka, maka darah akan keluar ke  kulit terluka itu, kemudian jika trombosit (keping darah) terkena bidang yang kasar maka trombosit pecah, dan akan mengeluarkan enzim trombokinase, ion kalsium, dan Vitamin K. Setelah itu Trombokinase akan berperan untuk mengubah Protrombin menjadi trombin. Kemudian trombin akan merangsang fibrinogen menjadi benang-banang fibrin. Maka benang-benang fibrin tersebut akan menutup luka.

Lebih lengkapnya sobat blogger bisa melihat skema di bawah ini!

Trombosit-------pecah------------>Enzim Trombokinase
                                                               |
                                                               |
                                                              \/
                                          Protrombin---------------> Trombin
                                                                                         |
                                                                                         |
                                                                                        \/
                                                              Fibrinogen----------------> Benang2 Fibrin
                                                                                                                  |
                                                                                                                  |
                                                                                                                 \/
                                                                                         (Kemudian Luka Tertutup)

Struktur Fungsi Jaringan Otot

Struktur Fungsi Jaringan Otot- Jaringan otot terdiri atas serabut-serabut otot yang tersusun oleh sel-sel otot. Serabut otot tersebut dinamakan myofibril. Sel-sel otot dibungkus oleh selaput atau membran yang disebut sarkolema. Sel-sel otot berisi suatu cairan sel yang disebutsarkoplasma. Jaringan otot terdapat pada semua anggota tubuh, baik anggota gerak maupun organ-organ dalam dan luar. Fungsi jaringan otot ini adalah sebagai alat gerak aktif. Otot memiliki kemampuan untuk berkontraksi kemudian berelaksasi sehingga dapat menggerakkan tubuh pada tempat melekatnya otot tersebutSel-sel otot disebut juga serabut otot. Serabut otot memiliki miofibril. Miofibril tersusun oleh protein kontraktil, aktin, dan miosin. Berdasarkan bentuk dan cara kerja selnya, jaringan otot dapat dibagi sebagai berikut.
  • Otot lurik, merupakan otot yang menempel pada rangka. Oleh karena itu, sering disebut juga otot rangka. Miofibril yang tersusun sejajar dengan serabut otot membentuk daerah-daerah terang dan gelap sehingga tampak seperti berlurik-lurik. Otot lurik mempunyai banyak inti sel (perhatikan Gambar 3.6a Struktur Fungsi Jaringan Otot). Otot lurik bekerja di bawah kesadaran.
Gambar 3.6 Terdapat tiga tipe sel otot, yaitu (a) otot lurik, (b) otot polos, dan (c) otot jantung
Gambar 3.6 Terdapat tiga tipe sel otot, yaitu (a) otot lurik, (b) otot polos, dan (c) otot jantung.Apa perbedaan dari ketiga tipe sel otot tersebut?
  • Otot polos, Otot ini tersusun dari sel yang berbentuk gelendong, kumparan, dan memiliki inti satu di tengah. Otot polos berukuran antara 30-200 milimikron. Otot polos, mempunyai pola permukaan yang polos, tanpa adanya pola lurik melintang. Otot ini juga dilengkapi dengan saraf yang berasal dari sistem saraf tak sadar. Karakteristik otot ini antara lain, kontraksinya spontan, tetapi kerja lambat, bekerja terus-menerus tanpa disadari (involunter) dan tidak mudah lelah. Untuk berkontraksi otot polos memerlukan waktu antara 3 detik sampai 3 menit. Otot polos terdapat pada organ dalam, misalnya, usus, lambung, ginjal, pembuluh darah. Bentuk selnya menyerupai gelendong. Setiap sel memiliki satu inti sel yang terletak di bagian tengah sel. Otot polos tidak bekerja di bawah kesadaran. Otot polos terdapat di organ-organ yang bekerja tanpa sadar (involuntary), seperti lambung, usus, kandung kemih, dan saluran pernapasan (Gambar 3.6b Struktur Fungsi Jaringan Otot).
  • Otot jantung, kerjanya tidak disadari. Akan tetapi, otot jantung berbeda dengan otot polos. Struktur otot jantung mirip dengan otot lurik. Namun, selnya membentuk rantai dan bercabang dengan satu atau dua inti sel. Disebut otot jantung karena memang letaknya hanya pada jantung saja. Otot ini memiliki struktur seperti pada otot lurik, yaitu memiliki pola lurik melintang tetapi miofibrilnya bercabang-cabang. Sel-sel otot jantung membentuk rantai dan sering bercabang dua atau lebih membentuk sinsitium. Cara kerja otot jantung seperti otot polos yaitu di luar kesadaran (involunter), terus-menerus, dan tidak mudah lelah, tidak terdapat di organ lain (Gambar 3.6c Struktur Fungsi Jaringan Otot).
Gambar Struktur otot jantung
Gambar Struktur otot jantung

Mempelajari Organel Sel : Struktur Ribosom

Ribosom adalah organel yang terdapat dlam sel letaknya di sitoplasma sel, fungsi utamanya yaitu dalm proses translasi dalam sintesis protein. Diameter ribosom sekitar 20 nm serta terdiri atas 65% RNA ribosom (rRNA) dan 35% protein ribosom (disebut Ribonukleoprotein atau RNP). ribosom menerjemahkan mRNA untuk membentuk rantai polipeptida (yaitu protein) menggunakan asam amino yang dibawa oleh tRNA pada proses translasi. letak ribosom dalam sel, ribosom tersuspensi di dalam sitosol atau terikat pada retikulum endoplasma kasar, atau pada membran inti sel (wikipedia). 
Struktur ribosom
Pengetahuan tentang struktur ribosom telah berkembang lebih dari 50 tahun yang lalu. Semula disebut microsome, ribosom pertama yang teramati pada awal abad ke 20 seperti partikel yang sangat kecil yang sulit diamati dengan mikroskop biasa. Pada tahun 1940 dan 1950, mikrograf elektron pertama memperlihatkan ribosom bakteri berbentuk lonjong (oval), dengan dimensi 29 nm × 21 nm, lebih kecil dari ribosom eukariotic. Pada pertengahan 1950, penemuan ribosom sebagai tempat sintesis protein memacu percobaan‐percobaan untuk menjelaskan struktur partikel ini lebih rinci lagi.

Mikroskop memang sangat membantu dalam memahami struktur ribosom, namun dalam perkembangan selanjutnya justru analisis komponen dengan ultrasentrifugasi yang dapat memahami struktur ribosom secara terperinci. Dengan menggunakan teknik ini, ribosom utuh (Intact) eukariot diketahui mempunyai koefisien sedimentasi (pengendapan) 80S, sedangkan ribosom utuh bakteria mempunyai koefisien sedimentasi 70S, dan masing‐masing ribosom dapat dipisahkan lagi menjadi komponen yang lebih kecil :

  • Setiap ribosom terdiri dari dua subunit.
  • Pada eukariot terdiri dari 60S dan 40S;
  • Pada bakteri terdiri dari 50S and 30S.
Perhatikan bahwa koefisien sedimentasi tidak bersifat aditif sebab koefisien sedimentasi tergantung pada bentuk dan massa molekul.

  • Subunit besar ribosom mengandung beberapa rRNA:
  • tiga rRNA (28S, 5.8S dan 5S rRNA) pada eukariot
  • dua rRNA (23S and 5S rRNA) pada bakteria.
Pada bakteria, rRNA yang ekuivalen dengan 5.8S rRNA eukariotik terkandung dalam 23S rRNA

  • Subunit kecil ribosom terdiri dari rRNA tunggal:
  • 18S rRNA pada eukariot dan
  • 16S rRNA pada bakteria.
  • Keuda subunit ribosom mengandung bermacam‐macam protein ribosomal.
  • Protein ribosomal subunit kecil disebut S1, S2, dan seterusnya
  • Protein ribosomal subunit besar disebut L1, L2, dan seterusnya

Gambar ribosom dalam sel; tampak tersebar di sitosol dan menempel pada retikulum endoplasma kasar

http://wanenoor.blogspot.com/2011/10/mempelajari-organel-sel-struktur.html#.UxMQP_mqlgg